Diketahui, saat ini terdapat tiga kelas pada BPJS Kesehatan. Di mana, berlaku iuran sebesar Rp42.000 untuk kelas 3, namun ada subsidi Rp7.000 per anggota, sehingga PBPU Kelas 3 harus membayar Rp35.000. Lalu, untuk kelas 2 dikenakan tarif Rp100.000. Sementara untuk kelas 1 sebesar Rp150.000. Berita mengenai kenaikan iuran Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020 akhir-akhir ini sangat menyedot perhatian masyarakat. Bagaimana tidak? Naiknya sebesar 100% untuk Kelas 1 dan Kelas 2. Sementara Kelas 3, kenaikan iuran ditetapkan sebesar 65%. Ya, mau tidak mau, suka tidak suka, itu sudah menjadi keputusan pemerintah bagi peserta mandiri. Alasannya apalagi kalau bukan demi menekan tekor atau defisit BPJS Kesehatan di masa sekarang maupun ke depan. Iuran BPJS Kesehatan dikerek dua kali lipat. Kelas 1 dari menjadi per orang per bulan, Kelas 2 dari menjadi dan Kelas 3 dari menjadi per orang per bulan. Meski iuran jadi makin mahal, namun hal itu bukan masalah bagi peserta mampu atau peserta yang menginginkan ruang perawatan lebih baik di rumah sakit RS, sehingga memilih pindah kelas. Misalnya dari perawatan Kelas 3 naik ke Kelas 2 atau Kelas 1 ke VIP. Begitupun sebaliknya, kalau tidak sanggup dengan iuran yang tinggi, peserta di Kelas 2 dapat pindah ke Kelas 3. Jadi bahasa sederhananya, peserta BPJS Kesehatan dapat meningkatkan kelas perawatan ke yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Tergantung kondisi dan faktor ekonomi, serta kebutuhan peserta BPJS Kesehatan. Dalam artikel ini, akan mengulas aturan main naik maupun turun kelas perawatan BPJS Kesehatan dikutip dari berbagai sumber. Yuk simak. Baca Juga Cara Daftar BPJS Kesehatan, Seperti Apa Prosesnya? Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan 1. Bayar Selisih Biaya Peraturan Kementerian Kesehatan Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam Program Jaminan Kesehatan menjelaskan, peserta yang ingin meningkatkan kelas perawatan yang lebih tinggi dari haknya di RS, termasuk rawat jalan eksekutif dikenakan selisih biaya. Selisih biaya ini antara biaya yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan pelayanan. Jadi ada tambahan biaya yang harus ditanggung peserta karena naik kelas. “Peningkatan kelas perawatan hanya dapat dilakukan satu tingkat lebih tinggi dari kelas yang menjadi hak peserta,” bunyi Pasal 10 ayat 5 Permenkes No. 51/2018. Jadi misalnya kamu, karyawan di perusahaan A terdaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan Kelas 2. Kemudian mau pindah kelas rawat ke Kelas 1, maka kamu harus membayar selisih biayanya. Selain rawat inap di RS, peserta juga berhak meningkatkan kelas rawat jalan ke eksekutif. Rawat jalan eksekutif berupa pelayanan kesehatan non-reguler di RS melalui pelayanan dokter spesialis-subspesialis dalam satu fasilitas ruangan terpadu secara khusus tanpa menginap di RS dengan sarana dan prasarana di atas standar. Penting dicatat, kenaikan kelas rawat inap dan jalan ini tidak berlaku bagi peserta BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah Penerima Bantuan Iuran/PBI, peserta yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah Pemda, serta peserta PPU yang mengalami PHK dan anggota keluarganya. 2. Biaya Naik Kelas Rawat Inap Kalau mau naik kelas rawat inap dari Kelas 3 ke Kelas 2 atau dari Kelas 2 ke Kelas 1, peserta harus membayar selisih biaya antara tarif INA CBG’s antar kelas. Naik kelas rawat inap dari kelas 1 ke VIP, peserta harus membayar selisih biaya paling banyak 75% dari tarif INA CBG’s Kelas 1. Untuk diketahui, INA CBG’s adalah kependekan dari Indonesian-Case Based Groups. Tarif INA CBG’s dapat diartikan sistem pembayaran dalam bentuk paket berdasarkan diagnosis penyakit dan prosedur pengobatan yang diderita pasien. Tarif ini dibayarkan BPJS Kesehatan ke RS. Perhitungannya menggunakan standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan. Standar tarif itu tertuang di Permenkes Nomor 52 Tahun 2016. Di aturan tersebut, tertulis tarif INA CBG’s terdiri atas tarif rawat jalan dan rawat inap berbeda tergantung kelompok RS dan wilayahnya. Untuk lebih jelas mengenai kelompok tarif dan regional, kamu dapat mengaksesnya di sini. Contoh Menghitung Biaya Naik Kelas Rawat Inap dan Rawat Jalan Contoh Menghitung Biaya Naik Kelas Rawat Inap dan Jalan 1. Rawat Inap Peserta Kelas 3 menderita penyakit kencing manis sedang. Berdasarkan tarif INA-CBG’s RS Kelas A Pemerintah di wilayah atau regional 1 Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, untuk rawat inap biayanya Kelas 3 = Kelas 2 = Kelas 1 = Misalnya mau naik kelas rawat inap dari Kelas 3 ke Kelas 2, maka peserta BPJS harus membayar selisih biaya. Perhitungannya Tambahan biaya yang harus dibayar peserta = – = Berarti pihak RS akan mendapat pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan sebesar ditambah dari peserta sebesar Total Sedangkan jika peserta ingin naik kelas rawat inap dari Kelas 1 ke VIP, tambahan biayanya = 75% dari tarif INA CBG’s Kelas 1 = 75% x = 2. Rawat Jalan Sedangkan untuk rawat jalan eksekutif, peserta harus membayar biaya paket pelayanan paling banyak untuk setiap episode rawat jalan. Misalnya rawat jalan kemoterapi tumor otak di regional 1 RS Kelas A pemerintah, tarif INA CBG’s ditetapkan Jika memilih rawat jalan eksekutif, berarti peserta harus membayar tambahan biaya maksimal Rp400 ribu per sekali kunjungan rawat jalan. Baca Juga Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Ini Penjelasan Lengkapnya Turun Kelas Perawatan BPJS Kesehatan Turun Kelas Perawatan BPJS Kesehatan via Itu kan tadi informasi kenaikan kelas perawatan. Nah bagaimana kalau justru mau turun kelas rawat, misalnya dari Kelas 2 ke Kelas 3 atau Kelas 1 ke Kelas 2 akibat penyesuaian iuran BPJS Kesehatan yang tinggi. Boleh saja kok. Gak usah pakai Permenkes segala. Jika ingin mengajukan pindah kelas ke yang lebih murah, tinggal urus. Bagi peserta mandiri Peserta Bukan Penerima Upah/PBPU, syarat perubahan kelas rawat, baik naik maupun turun kelas, antara lain 1. Siapkan dokumen KTP, Kartu Keluarga KK, mengisi dan menyerahkan formulir perubahan data kepesertaan BPJS, dan bukti pembayaran terakhir agar petugas tahu apakah peserta punya tunggakan atau tidak 2. Pindah kelas rawat dapat dilakukan setelah 1 tahun dan harus diikuti perubahan kelas rawat seluruh anggota keluarga. Jadi kalau kamu pindah kelas rawat, baik turun maupun naik, anggota keluarga dalam satu KK harus ikut pindah 3. Peserta yang pindah kelas rawat pada bulan berjalan, maka kelas perawatan barunya berlaku pada bulan selanjutnya. Cara Pindah Kelas Rawat BPJS Kesehatan via Online Download dan instal aplikasi Mobile JKN via Play Store Android atau App Store iOS. Bagi yang belum memiliki akunnya, maka klik “Daftar” dan ikuti hingga proses verifikasi Berikutnya login menggunakan User ID dan password yang telah didaftarkan Lalu masuk ke halaman utama dan pilih “Menu Lainnya” Kemudian klik “Perubahan Data Peserta” Berikutnya layar akan menampilak detail data peserta BPJS, lalu kamu scroll ke bawah dan klik menu “Kelas” Selanjutnya pilih kelas BPJS Kesehatan yang diinginkan Setelahnya klik “Simpan” jika sudah yakin dengan kelas yang dipilihnya Cara Lain Pindah Kelas Rawat BPJS Kesehatan Care Center BPJS Kesehatan 1500 400 dan menyampaikan perubahan data peserta dimaksud Mobile Customer Service MCS. Peserta mengunjungi MCS pada hari dan jam yang telah ditentukan, mengisi Formulir Daftar Isian Peserta FDIP. Kemudian menunggu antrean untuk mendapatkan pelayanan Mal Pelayanan Publik. Peserta mengunjungi Mal Pelayanan Publik, mengisi FDIP, dan menunggu antrean untuk mendapat pelayanan Kantor Cabang dan Kantor Kabupaten/Kota. Sehat itu Mahal Sehat memang mahal harganya. Jika ingin mendapatkan pelayanan bagus dengan fasilitas memadai, tentu dibarengi dengan iuran atau premi tidak murah. Hal ini berlaku untuk BPJS Kesehatan maupun asuransi kesehatan. Kalau mau lebih maksimal, lengkapi BPJS Kesehatan dengan produk asuransi kesehatan yang akan melindungimu dari berbagai macam risiko penyakit. Baca Juga Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir, Bunda Wajib Tahu Ketua Komisi Kebijakan Umum DJSN Mickael Bobby Hoelman mengatakan, hal itu dilakukan agar rumah sakit bisa mempersiapkan 12 standar yang harus dipenuhi saat membuka Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan. "Penyelenggaraan KRIS secara menyeluruh akan ditargetkan dan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2025," kata dia dalam rapat bersama Komisi - Kementerian Kesehatan Kemenkes menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Salah satu hal yang dibahas dalam Permenkes terbaru ini adalah terkait mengenai kenaikan kelas BPJS tersebut ditetapkan pada 6 Januari 2023 oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin dan mulai diundangkan pada 9 Januari 2023 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly. Baca juga Apakah Gangguan Ginjal Akut Ditanggung BPJS Kesehatan? Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional DJSN Muttaqien menyampaikan, aturan tersebut berlaku sejak diundangkan yakni pada 9 Januari 2023. "Permenkes 3/2023 berlaku pada tanggal diundangkan pada 9 Januari 2023. Adapun pembayaran tarif pada FKTP dan FKRTL yang sesuai dengan ketentuan dalam Permenkes mulai berlaku 14 hari sejak peraturan Menteri diundangkan," ujarnya saat dihubungi Jumat 10/2/2023. Perlu diketahui FKTM merupakan kepanjangan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, dan FKRTL adalah Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat juga Apakah Scaling Gigi Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Lantas, apa saja perbedaan peraturan naik kelas perawatan BPJS Kesehatan yang lama dengan yang baru? Perbedaan aturan lama dan baru soal naik kelas BPJS Sebelumnya, peraturan naik kelas BPJS Kesehatan diatur dalam Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam Program Jaminan Kesehatan. Aturan lama maupun aturan baru BPJS Kesehatan, sama-sama membolehkan peserta untuk naik kelas perawatan yang lebih tinggi dengan membayar selisih biaya yang dijamin BPJS Kesehatan dengan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan pelayanan. Akan tetapi, terdapat sejumlah perbedaan aturan terkait kenaikan kelas BPJS Kesehatan antara aturan lama dengan aturan yang baru. Baca juga Iuran BPJS Kesehatan hingga 2024 Dipastikan Tidak Naik, Berapa Besarannya?
Beberapapasien BPJS kelas 1 mengeluhkan pengalamannya ketika naik kelas VIP, selisih bayar yang ditanggung pasien jauh lebih besar dari klaim yang ditanggung oleh BPJS. Contohnya begini, jika total biaya 20 juta, yang ditanggung BPJS hanya 5 juta dan pasien menanggung selisih bayar 15 juta, jika naik kelas VIP. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Melanjutkan tulisan sebelunya tentang, kalau kamar penuh, naik kelas atau turun kelas? Beberapa pasien BPJS kelas 1 mengeluhkan pengalamannya ketika naik kelas VIP, selisih bayar yang ditanggung pasien jauh lebih besar dari klaim yang ditanggung oleh BPJS. Contohnya begini, jika total biaya 20 juta, yang ditanggung BPJS hanya 5 juta dan pasien menanggung selisih bayar 15 juta, jika naik kelas VIP. Kenapa hal ini bisa terjadi? Hal ini sangat mungkin terjadi, karena jika naik kelas VIP bukan hanya selisih bayar kamar saja, tapi seluruh jasa medik ikut naik. Karena itu jika kamar penuh lebih baik turun kelas daripada naik kelas. Atau jika memang terpaksa harus naik kelas, lebih baik tanyakan dulu perkiraan biaya yang harus anda bayarkan agar tidak kaget jika sudah boleh pulang. Jika pasien merasa tidak mampu membayar kelas VIP maka rumah sakit akan merujuk ke rumah sakit jejaring BPJS agar pasien mendapat kelas sesuai haknya atau stay di UGD sampai mendapat BPJS Kesehatan hanya menanggung sampai kelas 1, bukan VIP. Dan di era BPJS memang rumah sakit selalu penuh, tapi ini bukan rekayasa, memang jumlah rumah sakit yang berkerjasama dengan BPJS masih terbatas, sementara peserta BPJS adalah seluruh rakyat Indonesia. Semoga kedepan kalau pasien sedang berobat selalu berkomunikasi dengan PIC BPJSnya. Jangan pernah meminta, tapi pahami aturan. JanganMentangPunya kelas lebih tinggi. Berikut ini adalah kutipan regulasi tentang peningkatan kelas perawatan untuk peserta non-PBI. Permenkes 28/2014. BAB IV E. Peningkatan Kelas PerawatanPeserta JKN, kecuali peserta PBI, dimungkinkan untuk meningkatkan kelas perawatan atas permintaan sendiri pada FKRTL yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Untuk pasien yang melakukan pindah kelas perawatan atas permintaan sendiri dalam satu episode perawatan hanya diperbolehkan untuk satu kali pindah kelas perawatan. Khusus bagi pasien yang meningkatkan kelas perawatan kecuali peserta PBI Jaminan Kesehatan a. sampai dengan kelas I, maka diberlakukan urun biaya selisih tarif INA-CBGs kelas ruang perawatan yang dipilih dengan tarif INA-CBGs yang menjadi haknya. b. Jika naik ke kelas perawatan VIP, maka diberlakukan urun biaya sebesar selisih tarif VIP lokal dengan tarif INA-CBGs kelas perawatan yang menjadi haknya. Dalam hal ruang rawat inap yang menjadi hak peserta penuh, peserta dapat dirawat di kelas perawatan satu tingkat lebih tinggi paling lama 3 tiga hari. Selanjutnya dikembalikan ke ruang perawatan yang menjadi haknya. Bila masih belum ada ruangan sesuai haknya, maka peserta ditawarkan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan lain yang setara atau selisih biaya tersebut menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan yang bersangkutan. Apabila kelas sesuai hak peserta penuh dan kelas satu tingkat diatasnya penuh, peserta dapat dirawat di kelas satu tingkat lebih rendah paling lama 3 tiga hari dan kemudian dikembalikan ke kelas perawatan sesuai dengan haknya. Apabila perawatan kelas yang lebih rendah dari haknya lebih dari 3 tiga hari, maka BPJS Kesehatan membayar ke FKRTL sesuai dengan kelas dimana pasien dirawat. Bila semua kelas perawatan di rumah sakit tersebut penuh maka rumah sakit dapat menawarkan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan yang setara dengan difasilitasi oleh FKRTL yang merujuk dan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan. Rumah sakit harus memberikan informasi mengenai biaya yang harus dibayarkan akibat dengan peningkatan kelas perawatan. Dalam hal peserta JKN kecuali peserta PBI menginginkan kenaikan kelas perawatan atas permintaan sendiri, peserta atau anggota keluarga harus menandatangani surat pernyataan tertulis dan selisih biaya menjadi tanggung jawab peserta. Contoh selisih biaya kamar VIP dan kelas 1. Ruangannya saja 3 hari hampir 2 juta. Ketimbang meributkan naik kelas atau turun kelas, ada baiknya pasien bersyukur jika sudah ditangani. Tidak perlu mencurigai pihak rumah sakit yang mengatakan kamar penuh. Kalau diberikan pilihan yang ada pasien tidak menerima karena merasa kelas 1 tapi tidak mau turun kelas. Memang susah, ujung-ujungnya mengeluh lagi karena selisih bayar yang tinggi. Kesehatan itu lebih berharga daripada ruangan. *Rekomendasi Fasilitas BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, 3 UPDATE Peraturan Baru! Selisih bayar dari naik kelas 1 ke kelas VIP, tetap dihitung selisih dari semua akomodasi dan pengobatan, termasuk kamar rawat, visit dokter, obat-obatan, tapi tarif tertinggi jika naik kelas VIP adalah 75% dari tarif INA CBG's kelas 1. Baca Juga Berapa Selisih Biaya Naik Kelas VIP, Benarkah Bayar 75%?
Penghapusan kelas mulai 2025. Seperti diketahui, kelas BPJS Kesehatan akan dihapus pada 1 Januari 2025, seiring penerapan Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS JKN). Dengan penerapan ini, kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan akan dilebur menjadi satu kelas. Nantinya, setiap ruang perawatan akan diisi maksimal empat tempat tidur

Perbedaan BPJS kelas 1, 2, dan 3, sebenarnya tidak terlalu signifikan. Untuk pengobatan atau layanan medis, umumnya fasilitas yang diberikan sama. Hanya saja untuk rawat inap dan fasilitas non-medis lainnya, peserta kelas 1, 2, dan 3 akan mendapatkan pelayanan yang berbeda. Selain itu, perbedaan lainnya dilihat dari jumlah iuran setiap bulannya.

Jumlah tunggakan iuran yang harus dilunasi adalah Rp. 3.500.000,- karena maksimal tunggakan yang dihitung adalah 24 bulan. Setelah peserta melunasi tunggakan sebesar Rp. 3.500.000,- tersebut, kartu BPJS akan langsung aktif dan bisa digunakan untuk berobat pakai BPJS, namun ada denda rawat inap tingkat lanjut selama 45 hari. Sedangkan untuk peserta BPJS kelas 1 naik ke kelas VIP dikenakan biaya paling banyak 75% x tarif INA CBG Kelas 1. Misalnya, Pasien A BPJS Kelas 1 dengan tarif INA CBG Rp. 7.000.000, ingin naik kelas ke VIP dengan biaya rawat inap Rp. 12.000.000. Maka biaya BPJS naik kelas 1 ke VIP adalah 75% x Rp. 7.000.000 = Rp. 5.250.000. Besaran iuran BPJS Kesehatan peserta berdasarkan kelas dan jenis kepesertaannya sebagaimana dikutip dari Buku Panduan Layanan yakni sebagai berikut: 1. BPJS Kesehatan PBI. Besaran iuran BPJS Kesehatan PBI adalah sebesar Rp 42.0000 per orang per bulan. Besaran iuran bagi peserta BPJS Kesehatan PBI dibayarkan oleh pemerintah pusat, sehingga Diketahui uji coba mengenai kebijakan kelas rawat inap standar (KRIS) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) baru akan diterapkan pada bulan ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut BPJS tanpa kelas merupakan kelas rawat inap (ranap) dan kelas rumah sakit (RS), keduanya memang akan dibuat single kelas. .
  • gvuk62hbb7.pages.dev/363
  • gvuk62hbb7.pages.dev/365
  • gvuk62hbb7.pages.dev/243
  • gvuk62hbb7.pages.dev/347
  • gvuk62hbb7.pages.dev/499
  • gvuk62hbb7.pages.dev/151
  • gvuk62hbb7.pages.dev/150
  • gvuk62hbb7.pages.dev/320
  • pengalaman naik kelas vip bpjs